Senin, 01 April 2019

Pengantar Ilmu Komunikasi


Pengantar Ilmu Komunikasi
Sebagai makhluk sosial, manusia tidak bisa tidak berkomunikasi. Komunikasi adalah hal terbesar yang dilakukan manusia dalam kehidupannya. Baik komunikasi dengan diri sendiri hingga komunikasi melalui media. Terlebih di zaman sekarang, dimana teknologi komunikasi berkembang dengan pesatnya.
Komunikasi menjadi tanpa batas, tanpa sekat, dan semua orang bisa terlibat di dalamnya. Hal ini menunjukkan bahwa komunikasi memang sangat penting dalam kehidupan manusia dalam rangka menumbuhkembangkan kepribadian manusia itu sendiri.
Lalu, apakah komunikasi itu? Komunikasi merujuk pada terjadinya suatu proses yang dilakukan oleh manusia dalam rangka memberikan respon terhadap perilaku ataupun perlambang yang dilakukan oleh manusia lainnya. Komunikasi yang dilakukan bertujuan agar terjadi pengertian bersama. Hal ini sesuai dengan asal kata komunikasi itu sendiri yaitu “communication” atau “communis” yang berarti sama, yaitu sama dalam hal makna.
Pengantar Komunikasi Menurut Para Ahli
Komunikasi begitu vital dalam kehidupan manusia. Untuk itu, cendekiawan ataupun para ahli dari berbagai latar belakang keilmuan tertarik untuk melakukan penelitan mengenai komunikasi. Sebagian besar para ahli yang meneliti komunikasi merupakan sarjana psikologi, sosiologi serta filsafat. Dari berbagai penelitan yang telah mereka lakukan, lahirlah berbagai macam pengertian komunikasi seperti yang kita kenal sekarang ini.
Berikut adalah beberapa pengertian komunikasi dari para ahli (Rakhmat, 2001 : 3 – 10) :
1.Hovland, Janis dan Kelly (1953): “Communication is the process by which an individual (the communicator) transmit stimuli (usually verbal) to modify the behavior of other individuals (the audience)”. Disini dimaksudkan bahwa komunikasi sejatinya adalah proses seseorang yang bertindak sebagai komunikator mengirimkan stimuli atau respon berupa verbal untuk mempengaruhi kepribadian atay sikap seseorang yang bertindak sebagai komunikan.
2. Dance (1970): Komunikasi adalah usaha menimbulkan respons melalui lambing-lambang verbal.
3. Raymond S. Ross (1974): “Communication is a transactional process involving cognitive sorting, selecting, and sharing of symbol in such a way to help another elicit from his own experiences a meaning or responses similar to that intended by the source”. Raymond beranggapan bahwa komunikasi sebuah proses transaksional yang mencakup kegiatan menyeleksi, memilih, dan membagikan makna. Makna – makna tersebut bisa berasal dari pengalaman sendiri, ataupun beberapa sumber lain.
4. Colin Cherry (1964): Komunikasi adalah usaha untuk membuat satuan sosial dari individu dengan menggunakan bahasa atau tanda. Dan juga memiliki serangkaian peraturan untuk berbagai kegiatan mencapai tujuan.
5. Harnack dan Fest (1964): Komunikasi adalah suatu proses interaksi diantara orang-orang untuk tujuan integrasi intrapersonal dan interpersonal.
6. Edwin Neuman (1948): Komunikasi adalah proses untuk mengubah kelompok manusia menjadi kelompok yang berfungsi.
7. Joseph A. Devito: Komunikasi seperti disadur dalam Efendi (1984:7), adalah sebuah tindakan oleh satu orang atau lebih yang mengirimkan dan menerima pesan dengan situasi tertentu. Lalu menghasilkan dampak dan kesempatan untuk menerima pesan. Tindakan komunikasi mencakup beberapa komponen yaitu, situasi, pengirim, penerima, media, hambatan, penerimaan, pemahaman, respon, dan efek.
Dari berbagai pengertian komunikasi yang dinyatakan oleh para ahli di atas, pengertian dari Joseph A. Devito adalah yang paling lengkap dan luas.
Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa komunikasi adalah suatu proses penyampaian pesan dari satu pihak (individu atau kelompok) kepada pihak lain (individu atau kelompok), melalui saluran tertentu ataupun tidak sehingga menimbulkan pengertian bersama untuk mencapai tujuan tertentu.
Sejarah Ilmu Komunikasi
Komunikasi sebagai sebuah ilmu telah dikaji jauh sebelumnya dengan nama Publistik atau Jurnalistik. Para ahli komunikasi sepakat bahwa komunikasi digolongkan ke dalam ilmu sosial dan ilmu terapan. Menurut Effendi (1984 : 4), ilmu komunikasi bersifat lintas disiplin ilmu karena memiliki obyek material yang sama dengan ilmu-ilmu lainnya yaitu manusia.
1. Awal Kemunculan
Jurnalisme sendiri sebagai sebuah ilmu telah berkembang di Amerika Serikat pada sekitar abad-15 yang ditandai dengan diterbitkannya sebuah buku “The Social Order” yang ditulis oleh Robert Bierstedt. Bierstedt menyusun berbagai macam ilmu murni yang terkait dengan ilmu terapan. Dalam susunan tersebut, jurnalistik dimasukkan ke dalam ilmu terapan.
2. Kemunculan Sekolah Jurnalistik
Di tahun 1903, Joseph Pulitzer seorang tokoh pers, berharap adanya sekolah jurnalistik yang diperuntukkan bagi para wartawan agar dapat meningkatkan pengetahuan mereka tentang jurnalistik. Ide ini kemudian ditindaklanjuti oleh dua orang rektor dari dua universitas kenamaan di AS yaitu Charles Elliot (Harvard University) dan Nicholas Murray (Columbia University).
Karena, dalam perkembangannya, jurnalistik tidak hanya fokus pada surat kabar semata melainkan radio dan televisi termasuk juga didalamnya. Selain berita, radio dan televisi juga menyiarkan berbagai program siaran lain. Dari sinilah jurnalisme berkembang menjadi komunikasi massa.
Para ahli berpendapat bahwa istilah komunikasi massa dirasa lagi tidak tepat jika dilihat dari dampak yang ditimbulkan. Komunikasi massa bukanlah proses komunikasi yang holistik sehingga tidak dapat menjelaskan proses komunikasi yang begitu kompleks.
Hal ini dibuktikan dengan adanya berbagai penelitian yang telah dilakukan oleh para ahli yang menunjukkan bahwa proses pengambilan keputusan sebagai dampak media massa berlangsung dalam dua tahap bukan satu tahap. Pengambilan keputusan ini sebagian besar dilakukan oleh komunikan melalui komunikasi antar persona dan komunikasi kelompok.
3. Lahirnya Komunikasi
Berdasarkan hasil penelitian itulah, ilmu komunikasi hadir guna mempelajari berbagai macam gejala sosial yang timbul sebagai akibat dari proses komunikasi massa, komunikasi antar personal dan komunikasi kelompok. Ilmu Komunikasi yang di AS disebut dengan Communication Science atau Communicology telah menjadi perhatian di AS sejak tahun 1940an bertepatan dengan dikemukakannya pengertian ilmu komunikasi oleh Carl I. Hovland.
Carl I. Hovland (1940), mengungkapkan bahwa studi ilmu komunikasi adalah suatu sistem yang mencoba merumuskan komunikasi dalam mode ketat terkait prinsip – prinsip informasi. Tujuan dari sistem tersebut adalah agar supaya informasi dapat ditransmisikan dengan bentuk bentuk yang teratur.
Kemudian, Keith Brooks dalam buku “The Communicative Arts And Science of Speech” (1967) mengatakan bahwa banyak sarjana komunikasi di berbagai disiplin ilmu telah berkontribusi untuk memberikan pemahaman terkait proses dasar komunikasi. Seperti jenis dan bentuk kegiatan komunikasi.
Studi ilmu komunikasi juga berkaitan dengan prinsip – prinsip komunikasi dari para sarjana ini. Dan juga, ini berkaitan erat dengan filosofis realisitis komunikasi. Dimana terdapat program penelitian sistematis yang menguji keabsahan teori, melengkapi kesenjangan pengetahuan, dan menafsirkan, serta menvalidasi temuan dalam disiplin khusus. Ini menyediakan ruang yang luas tetapi tidak membatasi diri pada kepentingan akademik lain. (Efendi, 1984:6)

Hakikat Ilmu Komunikasi
Komunikasi adalah proses penyampaian pesan yang bertujuan untuk membentuk kesamaan makna. Komunikasi dapat tumbuh dan berkembang karena disokong oleh berbagai disiplin ilmu seperti psikologi, sosiologi, politik, ekonomi, mekanika dan lain sebagainya.
Dengan demikian, definisi atau pengertian komunikasi yang dinyatakan oleh para ahli pun sangat beragam karena dilatarbelakangi oleh kelimuan yang dimiliki. Hampir tidak ada definisi atau pengertian komunikasi yang benar-benar pakem atau komprehensif. Keberagaman definisi atau pengertian komunikasi yang dinyatakan oleh para ahli tersebut menunjukkan bahwa komunikasi adalah konsep yang kaya makna.
Adapun makna komunikasi yang tercermin dari definisi atau pengertian komunikasi tersebut dapat dibedakan menjadi 4 bagian, yaitu
1. Komunikasi sebagai proses sosial
Komunikasi adalah proses sosial yang fundamental. Oleh sebab itu, ketika kita mempelajari komunikasi sejatinya kita mencoba untuk meneliti lebih dalam mengenai sesuatu yang menjadi pondasi bagi semua hubungan antar manusia serta perubahan sosial (Kincaid dan Scramm dalam Suryana, 2004). Berbagai penelitian telah dilakukan oleh para ahli dengan fokus penelitian pada aktifitas manusia serta hubungan pesan dengan perilaku.
2. Komunikasi sebagai peristiwa
Ketika manusia berinteraksi dengan manusia lainnya, maka terjadilah suatu peristiwa. Peristiwa tersebut dinamakan peristiwa sosial. Interaksi sosial dapat terjadi hanya jika ada kontak dan komunikasi.  Sebagai suatu fenomena, komunikasi dapat dipahami melalui bentuk komunikasi dan sifat komunikasi. Bentuk komunikasi meliputi komunikasi personal (komunikasi intrapersonal dan komunikasi interpersonal), komunikasi kelompok (komunikasi kelompok kecil dan komunikasi kelompok besar), serta komunikasi massa.
Sedangkan sifat komunikasi meliputi komunikasi tatap muka (face to face), komunikasi bermedia (mediated), verbal (tulisan, lisan, tercetak) dan non verbal (kial, bergambar).
3. Komunikasi sebagai ilmu
Komunikasi adalah ilmu (science) karena ilmu komunikasi berkembang dengan menggunakan metode ilmiah. Para ilmuwan yang mengembangkan komunikasi sebagai ilmu menggunakan pendekatan ilmiah berdasarkan latar belakang keilmuan yang dimiliki. Dalam bekerjanya, ilmu komunikasi selalui berlandaskan pada fakta, pertimbangan obyektif, asas analitik, sifat kuantitatif, logika deduktif-hipotetik dan logika induktif-generalisasi.
Selain berkembang dengan menggunakan metode ilmiah, komunikasi juga memenuhi persyaratan sebagai suatu ilmu. Adapun syarat-syarat suatu ilmu adalah memiliki obyek formal dan obyek material yaitu memiliki bentuk pernyataan dan memiliki keragaman proposisi.
Sebagai suatu ilmu, komunikasi memiliki beberapa karakteristik, yaitu sistematis, universal, rasionalitas, obyektifitas, verifiabilitas dan communality.
4. Komunikasi sebagai keterampilan
Komunikasi sebagai suatu proses penyampaian pesan tentunya memiliki tujuan. Tujuan komunikasi pada umumnya adalah untuk mengubah pengetahuan, sikap, opini, keterampikan serta perilaku. Agar terjadi komunkasi yang efektif maka komunikator harus memiliki kemampuan atau keterampilan berkomunikasi yang diperlukan. Tidak hanya bahasa verbal namun bahasa non verbal pun harus dikuasai. Kemampuan berkomunikasi atau communication skill sangat penting dalam rangka berinteraksi dengan orang lain.
Keterampilan berkomunikasi dapat membantu kita untuk meningkatkan kemampuan dalam berpikir kritis, melakukan pemecahan masalah, mengatasi konflik, membangun sebuah tim, literasi media, dan public speaking. Berbagai macam kemampuan atau keterampilan komunikasi inilah yang sangat berguna dalam rangka berinteraksi dengan orang lain maupun dalam dunia kerja.


Karakter Komunikasi
Dari berbagai pengertian komunikasi yang telah disebutkan pada bagian sebelumnya, dapat ditarik benang merah berupa karakteristik yang melekat pada komunikasi itu sendiri. Secara garis besar, komunikasi memiliki tiga karakteristik utama, yaitu :
  • Komunikasi adalah manusia itu sendiri 
Istilah komunikasi yang digunakan selama ini merujuk pada komunikasi yang dilakukan oleh manusia. Dalam suatu proses komunikasi, yang menjadi komunikator (pengirim pesan) dan komunikan (penerima pesan) adalah manusia.
  • Komunikasi adalah sebuah proses
Komunikasi merupakan proses yang berlangsung secara terus menerus dan berkesinambungan. Komunikasi merupakan proses transaksional yang terjadi antara komunikator (pengirim pesan) dan komunikan (penerima pesan). Kualitas proses komunikasi tergantung pada partisipan yang terlibat di dalamnya termasuk saluran yang digunakan.
  • Komunikasi bersifat simbolis
Lambang biasa digunakan untuk mempresentasikan sesuatu, berbagai proses, berbagai ide, atau pun berbagai kejadian yang dapat membuat komunikasi menjadi mungkin. Lambang yang diolah menjadi informasi adalah yang dikirimkan dalam suatu proses komunikasi. Berhasil tidaknya informasi yang disampaikan tergantung pada komunikator (pengirim pesan) dan komunikan (penerima pesan).

Fungsi Komunikasi
Komunikasi merupakan proses penyampaian pesan dari komunikator yang  bertujuan untuk mengubah pengetahuan, sikap, opini, keterampilan dan perilaku komunikan. Komunikasi dapat dikatakan berhasil apabila dampak yang terjadi pada komunikan sesuai dengan tujuan komunikasi yang diinginkan. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa komunikasi memiliki fungsi-fungsi yang berguna untuk menunjang tujuan komunikasi.
Secara umum, komunikasi memiliki beberapa fungsi, diantaranya adalah :
1. Menyiarkan informasi: Komunikasi berfungsi untuk menyiarkan informasi yang dibutuhkan oleh komunikan dengan harapan komunikan dapat mengambil keputusan yang tepat setelah menerima informasi yang disampaikan.
2. Mendidik: Komunikasi berfungsi mendidik apabila pesan yang diterima oleh komunikan berdampak pada peningkatan pengetahuan komunikan.
3. Menghibur: Komunikasi berfungsi menghibur manakala pesan yang disampaikan kepada komunikan ditujukan untuk rekreasi atau kesenangan bagi komunikan.
4. Mempengaruhi: Komunikasi berfungsi mempengaruhi komunikan manakala pesan yang disampaikan kepada komunikan memberikan efek yang diharapkan.

Proses Komunikasi
Ketika mendefinisikan komunikasi, perlu dipahami bahwa pengertian terminologi komunikasi tidaklah seragam dan berbeda-beda satu dengan yang lainnya. Perbedaan tersebut tergantung pada konteksnya.
Untuk memahami komunikasi sebagai suatu proses, kita harus menyadari bahwa komunikasi terdiri dari berbagai mekanisme ataupun fenomena yang dibentuk dari berbagai elemen yang saling terhubung satu dengan yang lainnya. Dimana kemudian, masing-masing elemen memberikan semacam output. Elemen-elemen inilah yang secara bersama-sama membentuk suatu proses.
Secara sederhana, dalam suatu proses komunikasi terdapat 3 (tiga) elemen yaitu komunikator, pesan, dan komunikan. Namun dalam suatu proses komunikasi yang lebih luas, terdapat 6 (enam) elemen proses komunikasi. Elemen-elemen proses komunikasi tersebut adalah :
1. Sumber (Source)
Adalah dasar yang nantinya dipakai dalam proses penyampaian pesan. Yang dapat dijadikan sumber adalah orang, organisasi, atau bahan literatur dan lain sebagainya. Kredibilitas sumber benar-benar harus diperhatikan agar pesan yang disampaikan nantinya juga memiliki validitas.
2. Komunikator (Communicator)
Adalah individu atau kelompok yang mengirim pesan. Komunikatorlah yang memulai terjadinya proses komunikasi. Kredibilitas komunikator juga perlu diperhatikan. Karena “siapa” lebih penting dari “apa” yang disampaikan. Misalnya, ketika akan berbicara mengenai penyakit mata maka dokter mata adalah pihak yang kredibel untuk menjelaskan mengenai penyakit mata. Intinya, komunikator disesuaikan dengan isi pesan.
3. Pesan (Message
Pesan adalah elemen terpenting dalam suatu proses komunikasi. Pesan adalah informasi yang akan dikirim oleh komunikator kepada komunikan. Pesan yang disampaikan dapat dilakukan secara langsung (face to face) maupun melalui media atau saluran tertentu. Pesan yang disampaikan secara langsung dapat berupa pesan yang sifatnya informatif, persuasif atau koersif.
Disebut informatif apabila pesan tersebut menyajikan berbagai keterangan  yang didukung dengan fakta dan data yang valid. Pesan yang sifatnya informatif cenderung lebih mudah diterima oleh komunikan yang intelektual. Sedangkan, suatu pesan disebut persusif manakala pesan tersebut berisi ajakan atau bujukan untuk membangkitkan kesadaran komunikan. Terakhir, suatu pesan disebut koersif seandainya pesan tersebut bersifat memaksa yang disertai dengan sanksi.
4. Saluran (Channel)
Channel atau saluran adalah “jalan” dimana pesan tersebut akan dikirimkan dan biasanya dikenal dengan sebutan media. Dalam komunikasi terdapat dua media komunikasi yang digunakan dalam proses komunikasi yaitu media umum (telepon, radio CB, OHP dan lain-lain) dan media massa (pers, radio, film, televisi)
5. Komunikan (Receiver/Communicant/Communicatee)
Receiver/communicant/communicatee atau komunikan adalah target penyampaian pesan. Terdapat 3 macam komunikan yaitu orang per orang, kelompok, dan massa. Hal-hal yang harus diperhatikan tentang komunikan dalam suatu proses penyampaian pesan adalah keanggotaan kelompok, proses seleksi, dan kecenderungan.
Komunikan terdiri dari orang per orang yang merupakan anggota dari kelompok tertentu yang terikat dengan segala macam pendirian yang dianut. Biasanya jika suatu pesan yang disampaikan berbenturan dengan  pendirian yang dianut, maka akan terjadi penolakan. Orang cenderung untuk memilih sesuatu yang sesuai dengan pendirian yang dimiliki.  Dengan demikian, pesan yang ingin disampaikan kepada komunikan hendaknya disesuaikan dengan situasi serta kondisi komunikan.
Hal lain yang perlu mendapat perhatian adalah kerangka pengetahuan (frame of reference) dan cakupan pengalaman (field of experience) yang dimiliki oleh komunikan. Pesan yang dikemas dan disampaikan kepada komunikan harus disesuaikan dengan kerangka pengetahuan serta cakupan pengalaman yang dimiliki oleh komunikan agar komunikasi yang dilancarkan menemui keberhasilan.
6. Efek (Effect)
Efek atau dampak komunikasi adalah dampak yang dihasilkan dari adanya proses komunkasi. Dampak ini bisa berupa terjadinya perubahan pengetahuan, sikap atau perilaku. Bila efek komunikasi sesuai dengan yang diharapkan maka komunikasi dapat dikatakan berhasil. Tetapi apabila tidak, maka komunikasi tersebut mengalami kegagalan.
Pada umumnya, untuk menggambarkan suatu proses komunikasi digunakan sebuah model komunikasi agar mudah dipahami.

Tingkatan Proses Komunikasi
Menurut Dennis McQuail dalam bukunya Teori Komunikasi Massa (1987 : 6-7), tingkatan proses komunikasi merujuk pada tingkatan organisasi sosial dimana komunikasi tersebut terjadi. Setiap tingkatan meliputi berbagai permasalahan, serangkaian kenyataan dan teori masing-masing. Dalam masyarakat, terdapat enam tingkatan proses komunikasi, yaitu :
  • Intrapersonal
Komunikasi intrapersonal atau intrapribadi atau self communication adalah proses pengolahan informasi yang meliputi sensasi, persepsi, memori dan berpikir. Dalam proses komunikasi intrapersonal, rangsangan yang berupa informasi diterima, diolah, disimpan, dan dihasilkan kembali. Proses pengolahan informasi ini dapat berdampak pada pengetahuan, pendapat maupun sikap.
  • Interpersonal
Pada komunikasi interpersonal, fokus perhatian sebagian besar ditujukan pada bentuk wacana, pola interaksi, wujud afiliasi, pengendalian dan hierarki, penentuan norma-norma, penetapan batas, pengaruh dan difusi. proses informasi dan pada hubungan timbal balik dengan lingkungan.
  • Intragroup atau Dalam Kelompok
Yang menjadi fokus perhatian komunikasi intragroup sama dengan komunikasi interpersonal yaitu pada bentuk wacana, pola interaksi, wujud afiliasi, pengendalian dan hierarki, penentuan norma-norma, penetapan batas, pengaruh dan difusi. proses informasi dan pada hubungan timbal balik dengan lingkungan.
  • Intergroup atau Antar Kelompok atau Asosiasi
Pada komunikasi intergroup, fokus perhatian dititikberakan pada keterlibatan secara sukarela, interaksi, kerjasama dan pembetukan norma-norma serta standar.
  • Organisasi atau Institusi
Pada komunikasi organisasi fokus perhatian dititikberatkan pada usaha mengendalikan dan melakukan efisiensi transmisi. adalah komunikasi yang terjadi di dalam suatu organisasi.
  •  Komunikasi Massa
Komunikasi massa merupakan salah satu proses komunikasi yang lebih luas. Komunikasi massa dapat diidentifikasi melalui karakteristik yang khas dari institusionalnya.

Etimologi Komunikasi
Person, et.al (2000 : 10) dalam buku Human Communication, menyatakan bahwa komunikasi berasal dari kata “communicare” yang memiliki arti “untuk membuat kesamaan” atau “untuk berbagi”. Dapat dikatakan bahwa komunikasi adalah suatu proses penyampaian pesan dari komunikator kepada komunikan dengan maksud tercapainya kesamaan makna. Pesan yang disampaikan oleh komunikator dapat berupa bahasa baik bahasa verbal maupun non verbal.




Komunikasi Sebagai Ilmu Sosial
Komunikasi sebagai bidang studi ilmu sosial harus memenuhi beberapa kriteria tertentu. Sebagaimana yang dinyatakan oleh Departemen Komunikasi Univeritas Hawaii, kriteria yang dimaksud adalah berlandaskan teori, analisis kuantitatif atau empiris, dan memiliki tradisi yang diakui.
Pemahaman mengenai dasar komunikasi, teori komunikasi, struktur komunikasi serta perkembangan strategi komunikasi untuk tujuan sosial berikutnya sangat diperlukan guna membuktikan bahwa komunikasi adalah sebuah ilmu.
Ilmu komunikasi adalah ilmu sosial yang didalamnya mencakup komunikasi intrapersonal, komunikasi interpersonal, komunikasi kelompok, komunikasi organisasi, komunikasi massa, komunikasi antar budaya, dan lain-lain.

Manfaat Mempelajari Ilmu Komunikasi
Komunikasi memegang peranan yang sangat vital dalam kehidupan manusia. Karena itu mempelajari teori komunikasi maupun penerapannya sangatlah penting. Komunikasi yang efektif dapat membantu kita untuk mengatasi permasalahan yang kita hadapi dalam kehidupan profesional dan memperbaiki hubungan antar manusia.
Para ahli meyakini bahwa akar dari berbagai permasalahan yang ada dalam kehidupan kita adalah karena buruknya komunikasi. Komunikasi yang efektif adalah solusi untuk mengatasi berbagai permasalahan tersebut dan bahkan dapat mencegah permasalahan yang timbul. Untuk itu, kita sangat perlu mempelajari komunikasi secara komprehensif karena sangat bermanfaat bagi kehidupan kita.
Person, et.al dalam bukunya Human Communication (2000) menyatakan, setidaknya terdapat 7 (tujuh) manfaat yang akan kita peroleh dengan mempelajari komunikasi, yaitu :
1. Memperbaiki cara pandang terhadap diri sendiri
Mempelajari komunikasi membuat kita belajar untuk lebih mengenal diri sendiri. Proses pembelajaran ini dapat kita peroleh melalui komunikasi intrapersonal maupun berinteraksi dengan orang lain. Dengan mengetahui bagaimana komunikasi memberikan efek terhadap persepsi mengenai diri sendiri, dapat menuntun kita untuk lebih bisa menghargai diri sendiri.
Selain itu, mempelajari keterampilan berkomunikasi juga dapat memperbaiki cara pandang kita terhadap diri kita sendiri. Berbagai studi menunjukkan bahwa komunikasi yang secara efektif dilakukan dalam berbagai situasi dapat membantu pembentukan kepercayaan diri.
Dengan kata lain, keberhasilan kita dalam melakukan interaksi dengan oran lain dalam berbagai situasi sosial dan pencapaian kita dalam dunia professional akan dapat menuntun kita pada perasaan yang positif terhadap diri sendiri.

2. Memperbaiki cara pandang orang lain terhadap diri
Pada umumnya, setiap orang lebih menyukai berkomunikasi dengan orang lain yang dapat juga berkomunikasi dengan baik. Apabila kita berkomunikasi dengan orang yang memiliki kompetensi, maka kita juga akan tergerak untuk meningkatkan kompetensi yang dimiliki. Semakin kita dipandang memiliki kompetensi yang mumpuni, maka orang lain pun akan datang untuk berinteraksi dengan kita.
3. Meningkatkan pengetahuan mengenai hubungan antar manusia
Komunikasi tidak hanya mempelajari tentang bagaimana cara berkomunikasi dengan orang lain, tetapi juga tentang bagaimana kita membangun hubungan dengan orang lain dan jenis komunikasi yang sesuai dengan situasi yang ada. Melalui hubungan antar manusia seperti pertemanan, hubungan keluarga, dan hubungan dalam suatu komunitas, kita belajar tentang kepercayaan, kedekatan, dan hubungan timbal-balik.
4. Mengajarkan keterampilan yang penting dalam kehidupan
Mempelajari komunikasi adalah mempelajari berbagai macam keterampilan yang akan digunakan oleh setiap orang dalam satu fase dalam kehidupannya. Keterampilan itu adalah kemampuan dalam berpikir kritis, kemampuan dalam melakukan pemecahan masalah, kemampuan dalam mengatasi konflik, kemampuan dalam membangun sebuah tim, kemampuan dalam literasi media, dan public speaking.
5. Membantu kita untuk melatih kebebasan berpendapat yang dijamin konstitusi
Di beberapa negara demokrasi, tak terkecuali Indonesia, kebebasan memperoleh informasi, kebebasan berpendapat dan kebebasan berbicara di depan umum dijamin dan diatur oleh konstitusi. Dengan derasnya arus informasi yang ada, kita dapat mengetahui berbagai macam isu hangat yang sedang terjadi dan kita dapat membahasnya dengan orang lain. Tidak hanya itu, kita juga dapat mendiskusikannya dalam suatu forum terbuka atau pun melalui media massa. Kita juga dapat mengkritisi berbagai informasi atau pesan yang kia peroleh dari orang lain.
6. Membantu kita meraih kesuksesan secara professional
Sebagai seorang yang berlatar belakang pendidikan komunikasi, kita akan dapat meraih berbagai macam pekerjaan yang diinginkan. Beberapa profesi memerlukan keterampilan berkomunikasi misalnya public relation (oral communication).
7. Membantu kita untuk meningkatkan kemampuan berbahasa
Mempelajari bahasa asing atau bahasa daerah lokal dapat membantu kita berkomunikasi dengan orang lain yang berbeda bahasa dan budaya. Apabila hal ini ditopang dengan pemahaman konsep-konsep komunikasi dasar dan menerapkannya dalam interaksi kita dengan orang lain yang berbeda bahasa dan budaya, maka kemampuan berbahasa kita dengan sendirinya dapat berkembang.
Demikianlah gambaran singkat mengenai pengantar ilmu komunikasi yang dirangkum dari beberapa sumber. Semoga dengan memahami pengantar ilmu komunikasi dapat memperkaya wawasan mengenai ilmu komunikasi.























Daftar Pustaka











Mengenal kepribadian seseorang dari buku Personality Plus karya Florence Littauer

Personality Plus
Didalam buku Personality Plus (Kepribadian Plus) yang ditulis oleh Florence Littauer  dijelaskan bahwa setiap seseorang memiliki sifat kepribadian yang berbeda-beda.
 Nah dalam kepribadian seserorang tersebut terdapat 4 jenis kepribadian yaitu ;
1.      Sanguinis
Sanguinis yaitu karakter seseorang yang spontan, lincah, dan periang.

2.      Melankolis
Melankolis yaitu karakter seseorang yang penuh pikiran, setia dan tekun.

3.      Koleris
Koleris yaitu karakter seseorang yang suka berpetualang, persuatif, dan percaya diri.

4.      Phlegmatis
Phlegmatis yaitu karakter seseorang yang ramah , sabar, dan puas

v  Apa yang membuat diri anda begitu istimewa ?
Banyak hal. dengan salah satunya,anda mengetahui bagaimana cara yang sebaik baiknya untuk menggunakan aset anugerah Tuhan yang unik ini untuk mendatangkan keserasian dalam semua hubungan anda. Florence Littauer menjelaskan, “ Setelah kita tahu siapa diri kita dan mengapa kita bertindak dengan cara seperti yang kita lakukan, kita bisa mulai memahami jiwa kita serta meningkatkan kepribadian kita dan belajarn menyesuaikan diri dengan orang lain.”
Setelah anda memahami bagaimana cara melakukan apa yang terbaik dari diri anda, maka anda akan mendapatkan jawaban bahwa orang lain juga kelihatan lebih baik.
v  Tidak ada dua orang yang sama
Kepribadian plus melihat kepada diri kita masing – mmasing sebagai individu yang merupakan campuran dari empat watak dasar dan mendorong kita untuk mengenal diri kita yang sesungguhnya dari dalam sebelum berusaha mengubah apa yang tampak pada permukaan.
v  Setiap orang dari kita unik
Kepribadian plus menunjukan pada kita bagaimana cara memeriksa diri kita, bagaimana cara memoles kekuatan kita, dan bagaimana cara mengikis kelemahan kita. Setelah kita tahu siapa diri kita dan mengapa kita tidak bertindak seperti cara kita melakukannya, kita bisa memulai memahami jiwa kita, meningkatkan kepribadian kita, dan belajar menyesuaikan diri dengan orang lain. kita tidak akan berusaha meniru orang lain untuk membuat diri kita menjadi apa yang paling baik.


v  Dimana kita mulai ?
Buku personality plus karya Florence Littauer memberikan pelajaran psikologi cepat dalam istilah yang mudah dan menyenangkan sehingga kita bisa :
1.       Menyelidiki kekuatan dan kelemahan kita sendiri dan belajar bagaimana caranya menonjolkan segi positif kita dan menyingkirkan segi negatif kita.
2.       Memahami orang lain dan menyadari bahwa hanya karena orang lain berbeda tidak berarti bahwa mereka salah.
Untuk menemukan sifat dasar kepribadian kita, kita akan menyelidiki pengelompokan kepribadian atau watak yang ditetapkan oleh Hippocrates 2400 tahun yang lalu. Kita akan bersenang senang dengan orang sanguinis yang populer, yang mengeluarkan atusiasme. Kita akan serius dengan melankolis yang sempurna, yang berusahan mengejar kesempurnaan dalam segala hal. Kita akan maju kedepan dengan bersama orang koleris yang kuat, yang dilahirkan dengan bakat pemimpin. Dan kita akan rileks dengan orang phlegmatis yang damai, yang bahagia menerima kehidupan. Tidak peduli siapa diri kita, kita punya sesuatu untuk dipelajarai dari setiap jenis ini.    

Mari kita bersenang senang denga sanguinis yang populer
v  Anak-anak sanguinis populer
Karena kita dilahirkan dengan rangkaian ciri khas watak kita sendiri, pola mulai tampak sejak dini dalam kehidupan. Sanguinis populer punya pembawaan mencari kesenangan dan permainan, dan sejak saat mereka masih kedcil, mereka suka menyelidiki dan periang. Bayi sanguinis yang populer bermain main dengan apa saja yang bisa mereka temukan, tertawa, dan mengoceh serta senang bersama orang lain.
v  Kepribadian yang menarik
Sanguinis yang populer mungkin tidak punya bakat atau kesempatan  yang lebih banyak daripada orang dengan watak lainnya, tetapi mereka tampaknya seperti lebih banyak memiliki kesenangan. Kepribadian mereka yang meluap – luap dan kharisma mereka yang alami menarik orang kepada mereka. Anak sanguinis yang populer punya sekelompok penggemar kecil yang selalu mengikuti mereka kemana mana, sebab mereka ingin berada dimana ada saksi.
Walaupun demikian kegiatan menyenangkan sanguinis populer terkadang suka lepas kendali. Berhati hatilah untuk kalian yang memiliki karakter sanguinis yang populer supaya kesenangan dan permainan anda tidak melampaui batas.
v  Suka bicara dan suka bercerita
Cara yang paling nyata untuk menemukan seorang sanguinis yang populer adalah dengan mendengarkan disetiap kelompok dan menemukan satu orang yang paling keras bicara dan mengobrol hampir terus menerus. Sementara orang dari watak lainnya bicara, orang sanguinis yang populer mengisahkan cerita.

v  Menghidupkan pesta
Sanguinis yang populer punya keinginan bawaan untuk menjadi pusat perhatian , dan ciri khas ini bersama dengan ceritanya yang warna warni menjadikan mereka orang yang bisa menghidupkan pesta.
v  Ingatan kuat untuk warna
Sementara sanguinis yang populer tidak pandai mengingat nama, tanggal, tempat, dan fakta, mereka mempunyai kemampuan yang unik untuk mengeingat perincian hidup yang warna warni. Mereka mungkin tidak bisa mengingat inti suatu pesan, tetapi mereka bisa memanfaatkan kelemahan dari ingatan yang kurang baik dan mengubahnya menjadi sesuatu yang berbeda dengan orang lain.
v  Memukau pendengar
Karena sanguinis populer sangat hangat dan menyukai hal-hal fisik , mereka cenderung suka memeluk, mencium, menepuk, dan mengelus teman-temannya. Kontak ini demikian alamai bagi mereka, sehingga mereka bahkan tidak memperhatikan orang melankolis yang sempurna mundur kesudut, sementara mereka menghampiri dengan tangan terbuka lebar.
Sanguinis populer bukan hanya “peraba”, akan tetapi mereka juga sering memegangi orang yang diajak bicara supaya bisa melakukan kontak erat dan memastikan pendengarnya tidak lari. Tidak ada yang akan lebih merusak sanguinis populer secara psikologis daripada kehilangan pendengan sebelum sampai kekalimat inti.
v  Baik di panggung
Sanguinis yang populer bisa menjadi pemberi sambutan, tuan rumah, resepsionis, pembawa acara, dan ketua klub yang bik. Mereka bisa periang dan membangkitkan antusiasme dalam semua hati kecuali hati orang yang paling bebal.
v  Lugu dan polos
Sanguinis yang populer adalah satu-satunya pemilik kepribadian yang tampaknya selalu lugu dan polos.
v  Antusias dan ekspresif
Sanguinis populer adalah orang yang emosional dan demonstatif, yang selalu optimis dan antusias terhadap hampir segala-galanya. Apa saja yang anda nyatakan, dia inigin melakukannya, dan kemana saja yang anda menyebutkan akan pergi, mereka ingin pergi kesana.
v  Penuh rasa ingin tahu
Sanguinis yang populer selalu mempunyai penuh rasa ingin tahu serta tidak ingin ketinggalan apapun dan biasanya sanguinis yang populer juga ingin menyelidiki apa saja yang belum mereka ketahui.



v  Selamanya menjadi kanak-kanak
Salah satu alasan mengapa sanguinis yang populer mempertahankan terus cara ygn kekanak-kanakan adalah karena dulu mereka anak-anak yang menyenangkan.mereka tidak ingin meninggalkan kehidupan sebagai “pusat perhatian.”
v  Sukarelawan untuk tugas
Karena sanguinis yang populer sangat ingin selalu bisa membantu dan populer, mereka biasanya mengajukan diri secara sukarela tanpa memikirkan konsekuensinya.
·         Kreatif dan inovatif
Otak sanguinis yang populer selalu memikirkan gagasan yang baru dan menarik.sanguinis  yang populer selalu memikirkan gagasan yang kreatif dan warna warni, tetapi memerlakukan beberapa teman yang rasional untuk membantu pelaksanaanya.
·         Mengilhami dan mempesona orang lain
Karena sanguinis yang populer memmpunyai energi dan antusiasme yang berlimpah limpah, mereka cenderung menarik dan mengilhami orang lain.
·         Mudah berteman
Tidak ada orang asing bagi sanguinis yang populer,sebab dengan mengatakan halo sajamerka akan menjadi sahabat anda,sanguinis yang populer senang membuka percakapan dengan siapa saja yang ditemuinya.
·         Tampak menyenangkan
Karena sanguinis yang populer selalu melakukan banyak hal dengan cerdik, tampaknya sanguinis menghayati kehidupan yang lebih menyenangkan daripada teman-temannya.

Mari Terorganisasi dengan Melankolis yang Sempurna
·         Mendalam, penuh pikiran, analisis
Kalau sanguinis yang populer ekstrovert, orang melankolis yang sempurna adalah introvert. Kalau sanguinis suka berbicara dan mengungkapkan segalanya,orang melankolis mendalam,tenang dan  penuh pikiran. Jikalau sanguinis memandang kehidupan dengan percaya diri,melankolis dilahirkan dengan sifat pesimistis.
·         Serius dan tekun
Orang melankolis yang sempurna adalah orang serius yang menetapkan tujuan untuk jangka panjang dan hanya ingin melakukan apa yang mempunyai tujuan abadi.
·         Jenius
Aristoteles dulu mengatakan, “ semua orang jenius punya watak melankolis.” Penulis pelukis, dan musikus biasanya orang melankolis yang sempurna karena mereka dilahirkan dengan potensi jenius, yang kalau dimotivasi dan dikembangkan secara semestinya akan menghasilkan sesuatu yang mengagumkan.
·         Berbakat dan kreatif
Orang melankolis yang sempurna  adalah orang yang paling berbakat dan paling kreatif diantara mereka semua. Mereka mungkin artistik, musikal,filosofis, puitis, berbakat sastrawan. Mereka menghargai orang yang berbakat,mengagumi oara jenius, dan kadang-kadang menitikan air mata karena terpengaruh oleh emosinya.
·         Menyukai daftar, diagram,grafik, dan bagan
Bagi orang melankolis yang sempurna penggunaan daftar, diagram,dan grafik merupakan bagian penting dari kehidupan. Otak orang melankolis yang sempurna berfikir dengan cara yang demikian teratur sehingga mereka melihat bagan kalai sanguinus yang populer melihat manusia.
·         Sadar perincian
Orang melankolis yang sempurna  adalah ahli dalam melacak perincian. Maka mereka merupakan teman perjalanan yang baik sekali bagi orang sanguinis yang populer.
·         Tertib dan terorganisasi
Bagi orang-orang diantara kita tidak punya watak ini, perlu sekali bagi kita untuk menyadari betapa penting ketertiban dan keteraturan bagi orang melankolis yang sempurna, dan betapa akan sangat membantu setiap orang diantara kita untuk paling tidak menuju arah ini.
·         Perfeksionis (Standar Tinggi)
Motto orang melankolis yang sempurna  dalam kehidupan adalah “ kalau itu layak dilakukan, itu layak dilakukan dengan benar.” Tidak pernah menjadi persoalan secepat apa dia bisa melakukannya, tetapi sebaik apa. Kualitas selalu lebih penting dari pada kuantitas, dan kalau orang melankolis yang sempurna memimpin, kita tahu pekerjaan akan diselesaikan dengan benar dan tepat pada waktunya.
·         Ekonomis
Orang melankolis yang sempurna menurut sifatnya tidak pernah membuang-buang apapun, dan mereka suka menang dalam hal tawar menawar.
·         Perhatian dan belas kasihan yang mendalam
Orang melankolis yang sempurna  sangat memperhatikan orang lain dan peka terhadap keperluan mereka. Orang melankois bisa menjadi penasihat yang baik sekali karena 5mereka mempunyai kemampuan yang mendalam untuk melihat kedalam hati orang lain.
·         Mencari teman hidup yang ideal
Karena Orang melankolis yang sempurna  adalah orang orang perfeksionis,mereka menginginkan teman hidup yang sempurna pula. Mereka menjalin persahabatan dengan hati-hati untuk melihat apakah orang lain setara dengannya dan mereka lebih suka punya sedikit teman yang setia dan berbakti daripada punya banyak kenalan seperti sanguinis yang populer.
Orang melankolis yang sempurna adalah orang yang menjunjung tinggi sisi idealis, serba teratur, dan punya tujuan.
Mari kita Maju dengan Koleris yang Kuat
·         Dilahirkan sebagai pemimpin
Orang koleris yang kuat akan memperlihatkan sikap mengambil pimpinan sejak masa dini kehidupannya. Mereka dilahirkan sebagai pemimpin dan akan melihat keluar dari terali ranjang bayinya serta merencanakan secepat apa diakan mengambil alih kekuasaan ibu.
·         Sangat memerlukan perubahan
Orang koleris yang kuat serba memaksa dan mereka merasa harus mengubah apa saja yang mereka lihat tidak pada tempatnya dan mengoreksi apa saja hal tidak benar yang diberlakukan terhadap orang yang tidak berdaya. Orang koleris yang kuat dengan cepat bangkit untuk melakukan perjuangan dan kampanye demi kebenaran. Mereka tidak pernah tidak peduli atau masa bodo tetapi penuh perhatian dan penuh keyakinan.
·         Berkemauan Kuat dan Tegas
Orang koleris yang kuat mempunyai peranan yang berat dalam kehidupan. Mereka memiliki jawabannya ; mereka tahu apa yang harus dilakukan, mereka bisa membuat keputusan dengan cepat.

Mari kita rileks dengan phlegmatis yang damai
·         Serba guna
Orang phlegmatis yang damai adalah orang yang paling mudah dari semua watak untuk diajak bergaul.
·         Kepribadian rendah hati
Orang phlegmatis yang damai adalah begitu menyenangkan dan tidak ofensif sehingga menyenangkan berada didekatnya dan setiap keluarga perlu mengimpor beberapa orang seperti itu, kalo mereka tidak kebetulan sudah melahirkan anak dengan watak tersebut
·         Selalu santai
Orang phlegmatis yang damai suka mengahadapi persoalan dengan santai dan secara bertahap. Dia tidak ingin berfikir terlalu jauh kedepan.
·         Sabar
Orang phlegmatis yang damai tidak pernah tergesa – gesa dan dia tidak merasa terganggu oleh situasi yang menggangu pikiran orang lain.




Menilai kepribadian terhadap 3 orang yang dikenal dan 3 orang yang tidak dikenal atau tidak terlalu akrab.


·         Menilai kepribadian terhadap 3 orang yang dikenal ;

1.      Kurniawan M.A
Menurut saya kurniawan adalah seseorang yang memiliki karakter kepribadian sanguinis yang kekanak kanakan lalu phlegmatis yang damai dengan perpaduan melankolis yang sempurna.
Alasannya adalah karena saya sekelas dengan kurniawan sehingga saya mengetahui sifat dia yang kekanak kanakan dari tingkah lakunya, lalu dia juga terkadang menjadi seorang yang pendiam dikelas entah melamunkan apa saya pun tidak tahu dan terkadang pula ia adalah seseorang yang menyukai kerapihan dalam segala hal.

2. Ibnu Shidik
            Menurut saya Ibnu adalah seseorang yang memiliki karakter kepribadian phlegmatis dengan perpaduan melankolis.
Alasannya karena ia adalah seseorang yang memiliki sifat pendiam,suka menghindar dari konflik dan terkadang pula ia kurang percaya diri dengan apa yang akan ia lakukan

3. Ahmad Reza F
Menurut saya reza adalah seseorang yang memiliki karakter kepribadian sanguinis dengan perpaduan phlegmatis.
Alasannya karena ia adalah seseorang yang memiliki sifat yang suka mencari perhatian terhadap orang yang ia kenal contohnya ia sering sekali mengunggah instastory kegiatan yang ia lakukan agar ada orang mengetahui kegiatan kehidupannya. lalu ia sering sekali menghindari konflik yang menurutnya tidak terlalu penting karena ia memiliki sifat yang menyukai ketenangan atau kedamaian.








·         Menilai 3 kepribadian seseorang yang tidak dikenal atau tidak terlalu akrab ;

1.      Irfan Hanif P
Menurut saya hanif adalah seseorang yang memiliki karakter kepribadian sanguinis populer sejati.
Alasanya karena ia lebih suka bercerita daripada mendengarkan cerita dari orang lain,ia juga memiliki sifat yang periang.
2.      Deon Setiawanerpa
Menurut saya deon adalah seseorang yang memiliki karakter kepribadian phlegmatis dan melankolis.
Alasannya adalah ia sangat menyukai ketenangan dan tidak menyukai kekeosan yang terjadi dikehidupannya dan sangat suka dalam hal pembahasan dalam hal dunia sastra,seni,musik.
3.      Eky
Menurut saya eky adalah seseorang yang memiliki karakter kepribadian koleris dengan perpaduan sanguinis.
Alasannya adalah ia ada seseorang yang keras kepala dan susah menerima pendapat dari orang lain dan ia sangat percaya diri serta ia sangat senang berorganisasi.